30 September 2022

Cerita Hari Kedua Pasar Merdeka Bakorwil Bojonegoro Tahun 2022

Pilihan jatuh ke Chicken Mentai. Awalnya ingin Geprek Sa’i tapi kehabisan. Menunggu goreng ayamnya. Sambil saya menikmati sore Bojonegoro.

Saya bangun pukul 4.30 WIB. Saya salat, lalu berkegiatan lainnya pada pagi itu. Saya bawa motor ke bengkel. Lalu santai lagi di rumah.

Kali ini saya akan ceritakan momen hari kedua di Pasar Merdeka. Untuk cerita hari pertama kamu bisa klik di sini.

Pukul 11.00 WIB saya mendapatkan telepon. Intinya saya diingatkan untuk streaming Talkshow lagi di arena Pasar Merdeka. Saya katakan, saya akan berangkat pukul 14.00 WIB.

Di Tuban, sedang banyak banget acara. Ada karnaval, ada gerak jalan dan lain-lain. Ini membuat macet. Tidak apa-apa, macet yang menyenangkan kok.

Saya berangkat tepat pukul 14.00 WIB. Saya lewati grabagan lagi. Melewati hutan jati, perkampungan dan begitu terus bergantian. Waktu sampai di depan kantor kecamatan Grabagan, ternyata macet. Ada gerak jalan. Sepertinya tingkat SD.

Orang ramai menonton. Saya senang melihat orang bahagia. Tapi bagaimana nasib saya. Semoga saya bisa segera melewati macetnya. Doa saya terkabul. Meski ramai, warga yang menonton tetap tertib. Good untuk orang Grabagan.

Tepat 15.30 WIB saya sampai di kantor. Langsung gas angkat-angkat peralatan. Setelah siap semua, ya langsung mulai mini workshopnya. Kali ini membahas tentang work ethic. Seru juga, ya. Tidak hanya bahas teknis namun juga etika.

Pengunjung lebih ramai dari hari pertama. Di Alun-alun Bojonegoro sedang ada gerak jalan. Sepertinya ada dampak dari kegiatan tersebut.

Parkiran penuh dan stand juga sudah banyak yang kehabisan stok. Lalu saya makan apa ini?

Saat live sudah selesai, saya berkeliling stand lagi. Berharap ketemu yang enak-enak. Ternyata malah bingung. Banyak yang enak.

Pilihan jatuh ke Chicken Mentai. Awalnya ingin Geprek Sa’i tapi kehabisan. Menunggu goreng ayamnya. Sambil saya menikmati sore Bojonegoro.

Makanan saya sudah siap. Saya bayar, hanya Rp 15.000 sudah termasuk nasi. Oiya di tangan juga sudah ada es teh. Apapun makanannya, minumnya es teh. Begitu kira-kira.

Saya makan sambil menikmati parade musik lagi. Sama seperti kemarin. Mantab-mantab semua bandnya. Saya sudah enggak mbatin lagi. Soalnya sudah terbiasa.

Hari semakin gelap. Sekarang keadaan kantor sudah jauh lebih terang dari kemarin malam. Beberapa titik lampu dipasang.

Pengunjung makin ramai. Saya istirahat di ruang kerja.

Kemudian MC sudah mulai memanggil hadirin untuk merapat ke panggung. Acara penutupan akan segera dihelat. Pak Kabakorwil Bojonegoro sudah siap di depan panggung untuk memimpin acara penutupan.

Acara dimulai dengan penampilan tari tradisional dari SMA Negeri 4 Bojonegoro. Penampilan ini langsung menyedot perhatian pengunjung.

Semua mata dan kamera smartphone terfokus ke penari. Saya pun tidak ingin tertinggal.

Selesai sajian tari, semua pengunjung memberi tepuk tangan yang sangat meriah. Tanda apresiasi yang tinggi.

Selanjutnya ada pengumuman tentang Band terbaik yang mengikuti gelaran parade band dua hari ini di Pasar Merdeka.

Juara pertama SMA Negeri 1 Bojonegoro, Juara 2 SMK Siang Bojonegoro dan Juara 3 SMK Negeri 2 Bojonegoro.

Selamat untuk para juara. Keingat waktu SMA dulu. Saya pernah seperti kalian, tapi enggak menang.

Acara selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Pengunjung masih ramai. Seperti enggan meninggalkan acara yang keren ini.

Pukul 22.00 WIB saya mulai merapihkan kembali peralatan Teknologi Informasi yang terpasang. Setengah jam kemudian beres.

Saya pulang. Lewat Pakah, karena grabagan gelap. Dan ternyata saya sudah ditinggal sama teman-teman sejalur.

Bukan ditinggal. Lebih tepatnya saya yang minta ditinggal. Soalnya masih lama. Daripada nunggu. Ya kan?

Yuk ke EJSC Bakorwil Bojonegoro

Related articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.