30 September 2022

Cerita Pasar Merdeka Bakorwil Bojonegoro Tahun 2022

Pengunjung sudah mulai ramai. Terutama anak-anak sekolah.

Saya berangkat pagi-pagi seperti biasa ke kantor. Di kantor sudah mulai ada persiapan. Menyambut Pasar Merdeka Bakorwil Bojonegoro. Rekan saya, yang bertugas untuk mengatur sound system sudah siap.

Soundnya sudah mengeluarkan suara yang menggelegar. Lagu yang diputar : Ojo dibanding-bandingke. Lagu ini memang sedang digandrungi oleh banyak orang.

Setelah, Pak Jokowi asyik menikmatinya di sela jeda upacara 17an di Istana Merdeka.

Saya masih ngerjakan kerjaan lain di ruangan. Nanti, saya punya tugas untuk persiapkan Live Streaming untuk Workshop dan Pembukaan serta Penutupan. Hari makin siang. Orang-orang yang akan buka stand sudah datang.

Tenda didirikan. Listrik disambung. Barang dagangan ditata. Semenarik mungkin, untuk memesona pengunjung nantinya.

Makan siang tiba. Saya makan bekal dari istri. Setelah itu Salat. Kemudian saya mulai minta bantuan untuk angkat beberapa perangkat untuk streaming.

Kamera, laptop, kabel, hingga drone. Saya hari ini, untuk pertama kalinya akan live dari drone. Pilot sudah siap. Mulai setting OBS untuk aplikasi streaming. Setting MonaServer untuk live dari drone. Memastikan jaringannya kuat. Terakhir standby.

Pengunjung sudah mulai ramai. Terutama anak-anak sekolah. Maklum, mereka ingin mendukung jagoan mereka. Berkompetisi di parade musik.

Sementara, masyarakat umum, sudah mulai menyerbu ke stand makanan. Termasuk saya. Ingin sekali makan jajanan seperti pentol dan variasinya. Saya tinggalkan peralatan saya. Menuju ke stand Sosis Telur atau disingkat Sostel. Ada-ada saja nama makanan zaman sekarang.

Saya tanya harganya. Cukup murah, hanya Rp 6.000. Sempat ragu, apakah saya beli satu atau dua. Satu khawatir kurang dan kalau dua, masak baru pertama jajan sudah habis Rp 12.000. Akhirnya, satu saja.

Beberapa saat kemudian, pesanan saya jadi. Bersyukur, saya tadi memutuskan membeli satu. Ternyata, ukuran per porsinya cukup besar.

Makin sore semakin ramai pengunjung. Petugas yang jaga semakin sibuk melayani pengunjung. Saya tetap masih menikmati sostel. Enak banget.

Kemudian tiba saatnya untuk parade musik. Saya lupa nama band dan asal sekolahnya. Yang jelas, musiknya enak, dan vokalnya juga mantab. Berbeda dengan band angkatan saya dulu.

Pemain musiknya banyak yang perempuan juga ternyata. Yang mana hal ini susah ditemukan di angkatan saya dulu. Bassist perempuan, drummer perempuan, gitarist perempuan dan lain-lain sudah jadi pemandangan umum di parade band ini.

Saya cuma mbatin : Kok iso?

Bangku di depan panggung juga semakin ramai. Semakin banyak siswa-siswi datang untuk mendukung jagoannya.

Sostel saya sudah habis. Saya lanjut cari es teh dulu.

Parade band selesai. Saya juga sudah beres minum es teh. Waktunya untuk workshop.

Workshop selengkapnya bisa ditonton di Channel Bakorwil Bojonegoro ya. Saya live menggunakan OBS dan aplikasi MonaServer untuk nangkap gambar dari drone.

Selesai live, saya istirahat. Salat Ashar dan lanjut nyari jajan lagi di Pasar Merdeka Bakorwil Bojonegoro Tahun 2022.

Makin sore, makin banyak yang berkunjung ke kantor tercinta saya ini. Jika sebelumnya didominasi oleh pelajar, saat ini sudah mulai didominasi oleh keluarga-keluarga.

Sedangkan saya, masih di ruangan. Istirahat untuk selanjutnya mengikuti pembukaan. Saya enggak mandi. Tapi, saya bawa deodoran. Jadi aman.

Hari semakin gelap. Lapangan Bakorwil Bojonegoro, tempat berlangsungnya acara ternyata juga gelap. Beberapa rekan menyarankan untuk menambahkan beberapa titik lampu.

Saya : Gas!

Gas untuk bantu maksudnya. Karena yang bertanggungjawab atas penerangan ada sendiri. Setelah penerangan ditambah, jadi makin terang dan pengunjung pun makin nyaman.

Parade musik dilanjutkan kembali. Sayapun kembali menikmatinya. Saya sudah enggak jajan lagi. Tapi, ada yang mau traktir es teh. Saya sadar, tenggorokan saya sudah semakin gatal.

Jadinya saya pesan teh hangat saja. Bukan bermaksud ngelunjak, ya memang ngelunjak, sih.

Saatnya untuk live Pembukaan. Pengunjung makin menyemut. Ada sajian tari tradisional dari SMA Negeri 4 Bojonegoro. Lagi-lagi saya mbatin : Kok iso apik gitu?

Pembukaannya seru dan ramai sekali. Saya tidak menyangka bahwa acara ini akan sebegini ramainya. Hari pertama selesai pada pukul 21.00 WIB. Saatnya saya pulang. Harus melewati Grabagan yang super gelap itu.

Untuk hari kedua nanti saya tulis ya. Tunggu saja.

Related articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.