30 Oktober 2020

Berkendara di Daerah PSBB, Begini Rasanya

Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah berlaku di beberapa daerah di Indonesia.

Pembatasan Sosial Berskala Besar

Berkendara di daerah PSBB harus menaati protokol yang telah ditetapkan oleh Pemerintah setempat.

Disclaimer : Saya melakukan perjalanan dengan alasan pekerjaan. Pekerjaan saya adalah bidang pekerjaan yang boleh beroperasi selama PSBB berlangsung.

Hari Jumat, 17 April 2020 kemarin saya melakukan perjalanan dari rumah di Bekasi ke Jakarta. Saya waktu itu berangkat sekitar pukul 10.00 WIB, saya menggunakan mobil. Sebelum berangkat saya sudah mempersiapkan diri dengan masker dan Antiseptik, enggak lupa air minum.

Pas saya keluar rumah memang jalanan sangat lengang. Di kondisi normal jalanan Bekasi itu padat, apalagi di jam-jam menjelang makan siang. Ada beberapa titik pos pantau PSBB. Untuk diketahui Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi sudah menerapkan PSBB.

Selama di dalam mobil saya tetap mengenakan masker saya sesuai protokol yang telah diputuskan oleh Pemerintah untuk berkendara di Daerah PSBB

Biasanya saya membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk mencapai pintu tol Bekasi Barat, tapi pada hari itu saya hanya membutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 menit artinya 50% lebih cepat.

Setelah itu saya menuju ke Pintu Tol Bekasi Barat. Tidak ada penjagaan berarti di pintu tol ini untuk yang mengarah ke Jakarta. Tapi saya melihat di sebelah kanan ada banyak aparat dari berbagai unsur mengamati setiap kendaraan yang keluar dari pintu tol ini. Nanti akan saya ceritakan di bawah saya soal pemeriksaan ini.

Saya masuk tol, dan sama dengan perjalanan dari rumah ke pintu tol tadi, keadaan di dalam jalan tol juga sepi. Di hari normal saya membutuhkan waktu lama dan konsentrasi tinggi untuk berpindah jalur ke kanan. Namun pada hari itu ya langsung saja. Truk-truk barang yang biasanya banyak melintas, saat itu terlihat sedikit bahkan sangat sedikit.

Saya bisa memacu mobil saya di kecepatan maksimal yang diijinkan di atas jalan tol. Duh begini ternyata berkendara di Daerah PSBB

Tidak membutuhkan waktu lama saya sudah sampai di pintu Tol Slipi yang deket Gedung DPR MPR itu. Keluar tol sih tidak ada pemeriksaan, penjagaan juga tidak terlihat banyak. Tapi lalu lintas kosong. Ya sama dengan di Bekasi tadi. Oiya selama perjalanan saya tetap gunakan masker. Sampai haus saya. Cuma bisa melirik air minum aja, hehe.

Lalu saya mengarah ke Jalan K.S. Tubun, saya kaget sebelum markas Brimob di Petamburan itu, ada banyak mobil petugas dari berbagai unsur parkir. Ternyata saat itu sedang ada berita tentang penghuni sebuah asrama yang puluhan penghuninya positif Covid19.

Saya jalan terus sampai ke kantor. Di kantor, udah disambut satpam dengan berbagai protokol kesehatan yang harus saya lakukan. Seperti tes suhu badan, cuci tangan dan jaga jarak.

Setelah menjelang sore, saya memutuskan untuk kembali. Pekerjaan saya sudah selesai. Oiya selama di dalam ruangan, saya pun ndak melepas masker. Lumayan pusing kepala. Saya enggak ngebayangin gimana capeknya petugas medis menggunakan APD lengkap seperti selama 8 jam. Terimakasih untuk Bapak, Ibu dan rekan-rekan tenaga kesehatan. Saat ini andalah pahlawan kami.

Saya meluncur ke jalan tol lagi. Ya sama seperti saat berangkat tadi jalan-jalan sepi. Jalan tol saya pun tetap bisa menggeber kecepatan sampai dengan kecepatan maksimal yang diijinkan di dalam jalan tol.

Nah sampai di pintu tol Bekasi Barat, saya memelankan mobil untuk membayar tol. Benar saja, banyak petugas yang mengamati satu per satu kendaraan yang lewat. Jika kedapatan driver atau penumpang tidak menaati protokol ya akan diberhentikan.

Protokolnya adalah setiap penumpang wajib mengenakan masker dengn benar. Maskernya bisa kain atau masker apapun. Saya menggunakan kain yang bisa dicuci, aman. Lalu penumpang tidak boleh melebihi dari 50% kapasitas mobil. Jika mobilnya muat untuk 4 orang, maka hanya diperbolehkan 2 orang saja penumpangnya.

Saya tidak tahu pasti apa yang akan didapatkan ketika diberhentikan. Saya hanya melihat diberhentikan, lalu kaca diminta untuk dibuka. Lalu ada petugas yang mengukur suhu tubuh. Selanjutnya sepertinya diberikan semacam edukasi oleh petugas.

Nah lalu ada beberapa mobil setelah diberhentikan kembali putar arah ke arah Jakarta. Itu apakah karena kena tindakan atau tidak saya tidak bisa memastikan.

Setelah itu saya sampai rumah.

Untuk semuanya saya menghimbau untuk selalu menaati protokol kesehatan yang ada. Jika tidak ada keperluan yang penting, mending di rumah aja.

Related articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *