30 Oktober 2020

Masjid Agung Tuban, Megah dan Penuh dengan Sejarah

Masjid Agung Tuban adalah Masjid besar di Kabupaten Tuban. Sejarah Masjid ini membentang dari abad 15 Masehi hingga hari ini abad 21.

Masjid Agung dengan arsitektur yang megah terdiri dari berbagai unsur budaya

Masjid Agung Tuban adalah Masjid besar di Kabupaten Tuban. Sejarah Masjid ini membentang dari abad 15 Masehi hingga hari ini abad 21. Masjid Agung juga akan mencatatkan diri sebagai Masjid yang terpaksa tidak menyelenggarakan Sholat Ied 1441 H karena wabah Covid 19.

Menurut rilis dari Media Center Tuban, keputusan meniadakan Sholat Ied di Masjid Agung Tuban karena setelah dilakukan evaluasi saat diterapkan penjarakan fisik, Masjid Agung Tuban hanya mampu menampung 600 Jamaah dan atas arahan dari Bupati Tuban.

Kita kembali lagi membahas mengenai Masjid Agung ini.

Sejarah Singkat Masjid Agung Tuban

Menurut berbagai sumber, Masjid ini dibangun pada abad 15, tepatnya pada pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo. Ada beberapa pihak yang menyatakan Masjid Agung Tuban adalah Masjid Sunan Bonang. Padahal bukan. Masjid ini tidak ada hubungannya dengan Sunan Bonang, namun menjadi bukti kesuksesan Dakwah Sunan Bonang.

Untuk sejarah hidup Sunan Bonang memang sangat lekat dengan Tuban, juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Kadipaten Tuban. Makamnya pun di Tuban tepatnya di belakang Masjid Agung Tuban.

Perjalanan Renovasi dari Masa ke Masa

Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada abad ke-19 tepatnya pada tahun 1894 oleh Raden Toemengoeng Koesoemodiko Bupati ke-35 Tuban.

Pada renovasi pertama ini, Sang Bupati melibatkan jasa arsitek asing berkebangsaan Belanda bernama B.O.H.M. Toxopeus. Hal ini sesuai dengan prasasti yang ada di depan Masjid.

Selanjutnya renovasi dilakukan pada tahun 1985 sebagai upaya untuk memperluas kapasitas Masjid. Terakhir Masjid ini mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 2004.

Gaya Arsitektur Masjid

Pada renovasi terakhir, Masjid ini menggabungkan berbagai budaya seperti Arab, Turki, dan India. Dari penggabungan unsur-unsur budaya inilah banyak media yang menjuluki Masjid ini sebagai Masjid 1001 malam. Karena arsitekturnya mirip penggambaran dongeng 1001 malam yang terkenal itu.

Tampak luar Masjid sering disebut mengingatkan kita pada Masjid Imam di kota Isfahan, Iran. Lalu di dalamnya terdapat pola-pola lengkungan pada tiang penyangga yang menghasilkan ruang-ruang berbentuk kolom, hal tersebut diduga terinspirasi dari gaya Masjid Cordoba Sepanyol.

Walaupun demikian, Masjid ini tidak meninggalkan unsur nusantara. Seperti penggunaan kayu-kayu ukir pada pintunya serta sayap mihrab yang terbuat dari kuningan juga merupakan gaya-gaya khas Nusantara.

Rute menuju Masjid Agung Tuban

Masjid Agung Tuban terletak di tempat yang sangat strategis yaitu di sebelah barat alun-alun Tuban. Untuk ke sini dari arah manapun kamu bisa turun di Alun-alun Tuban, lalu tinggal jalan sebentar sudah sampai.

Selain itu kamu juga bisa memanfaatkan parkir wisata yang ada di Kebonsari Tuban. Dari parkir wisata kamu bisa naik becak. Ya itung-itung sambil menikmati kota Tuban yang asri ini.

Destinasi Wisata Favorit di Tuban

Karena letaknya yang mudah dijangkau, Masjid ini menjadi primadona destinasi wisata di Kota Tuban. Khususnya wisata religi. Di belakang Masjid ini terdapat maka salah satu anggota dewan dakwah Walisongo : Sunan Bonang. Ini menjadikan orang-orang yang datang berziarah juga akan sekalian mampir ke Masjid ini.

Selain wisata sejarah, juga menjadi wisata sekedar melepas penat. Karena arsitekturnya yang megah dan juga dekat dengan alun-alun yang banyak pohonnya. Duh ya makin lengkap.

Terakhir ya wisata sejarah. Karena Masjid ini adalah salah satu Masjid tertua dan penuh sejarah, maka ya pasti menarik minat para pemerhati sejarah. Karena Masjid ini termasuk masjid yang bersejarah, lalu dilingkupi oleh hal-hal yang juga bersejarah seperti museum kambang putih.

Nah demikian pembahasan tentang Masjid Agung Tuban yang sangat penting bagi kehidupan rakyat Tuban.

Related articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *